17 Feb 2025
Oleh:
Riffat Akmal Ramadhan
Sumber Gambar:
Beberapa waktu lalu, sempat viral nih screenshot Google Search berisi tentang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp8.000-an per dolar. Tangkapan layar tersebut bertebaran di berbagai media sosial. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah kejanggalan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sebelumnya senilai Rp16.000-an per dolar menurun tajam menjadi setengahnya! 😱
Setelah menimbulkan kehebohan di jagat maya, Google akhirnya melakukan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak akurat. Nah, dari berita tersebut kita bisa tahu kalau nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing atau nilai kurs rupiah bersifat fluktuatif alias naik turun. Tetapi, apa saja sih faktor penyebab dibalik “labil” -nya nilai kurs rupiah?
1. Inflasi dan neraca perdagangan (ekspor impor)
Ketika Rangers disuruh memilih antara dua barang yang memiliki perbedaan harga dengan kualitas setara, maka akan cenderung memilih barang yang paling murah harganya. Kondisi tersebut wajar dan merupakan tingkah laku konsumen.
Saat inflasi melanda, harga barang domestik meningkat. Barang impor dengan harga lebih murah menarik perhatian konsumen. Lalu, nilai mata uang menjadi turun karena kegiatan impor membutuhkan devisa yang dibayarkan ke negara pemasok.
Sebaliknya, ketika harga barang domestik lebih diminati karena harga yang menarik, maka terjadi penguatan nilai mata uang. Hal tersebut disebabkan kemungkinan peningkatan kegiatan ekspor dibanding impor yang berujung pada penerimaan devisa.
2. Suku bunga acuan
Deposito merupakan salah satu opsi investasi yang dipilih banyak orang. Ketika suku bunga tinggi, maka makin banyak orang menaruh uangnya di deposito untuk imbalan yang lebih besar.
Namun, suku bunga rendah menyebabkan banyak orang menarik uang dari depositonya dan mengambil mata uang asing dengan imbalan lebih tinggi. Kondisi tersebut mengakibatkan melemahnya nilai kurs mata uang akibat permintaan yang turun.
3. Kondisi politik dan keamanan negara
Perpindahan kekuasaan dari satu tangan ke tangan lain akan memudarkan pandangan para investor terkait arah kebijakan suatu negara. Jadi, sewaktu musim pemilu biasanya akan terjadi pelemahan nilai kurs yang terjadi sementara waktu.
Itulah beberapa faktor di balik naik turunnya nilai kurs rupiah. Kemudian, pertanyaan yang muncul adalah bisakah kita ikut andil dalam penguatan rupiah? Tentu saja bisa, Rangers! Hal sederhana seperti memilih produk lokal dibanding produk impor ketika berbelanja sudah berkontribusi menyelamatkan devisa negara. Banyak banget produk lokal yang bisa Rangers eksplor dan tentunya kualitasnya tidak kalah dengan produk impor di pasaran.
So, tunggu apa lagi? Yuk dukung ekonomi lokal dan bantu mata uang rupiah kita tetap stabil!🤩
SHINE Hadirkan Aksi Kepedulian Ramadan bagi Anak-Anak Panti Asuhan
15 Mar 2026
Gen-Zummit 2025: Gen-Ztrive dan Youth Ranger Indonesia Berhasil Kumpulkan Lebih Dari 1.000 Gen Z Dalam Mewujudkan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045
27 May 2025
5 Rekomendasi Ted-Talks yang akan Mengubah Hidupmu Menjadi Lebih Bermakna
15 Jul 2024