26 Aug 2024
Oleh:
Aulia Azza
Sumber Gambar:
Hey, Rangers! Siapa di sini yang pernah merasa terjebak di tengah badai kehidupan? Rasanya, semua orang pernah, ya. Hidup ini memang penuh dengan rintangan yang harus kita hadapi, dan kadang-kadang badai itu terasa begitu kuat hingga kita merasa tidak sanggup lagi. Tapi, jangan lupa bahwa setelah badai, selalu ada pelangi yang menunggu!
Sekarang, kita perlu bicara tentang sesuatu yang lebih serius, yaitu Suicidal Thought. Menurut studi dari Institute for Health Metrics and Evaluation University of Washington, salah satu faktor terbesar dalam tindakan bunuh diri adalah pikiran untuk mengakhiri hidup sendiri. Yap, pikiran-pikiran gelap ini menjadi sering muncul dan semakin serius dikalangan Gen Z. Lalu mengapa Gen Z yang paling banyak mengalami Suicidal Thought? Yuk kita bahas
So, apa itu Suicidal Thought?
Suicidal Thoughts adalah pikiran atau keinginan untuk mengakhiri hidup sendiri. Ini bukan sekadar rasa sedih yang biasa kita alami saat menonton film sedih atau mendengar lagu galau. Ini adalah kondisi serius yang butuh perhatian khusus. Pikiran ini bisa muncul karena berbagai alasan—tekanan hidup, masalah kesehatan mental, atau bahkan pengalaman traumatis yang sulit dihadapi sendirian.
Kenapa Generasi Z sering mengalaminya?
Kita tahu, hidup di zaman sekarang ini penuh dengan tantangan tersendiri. Beberapa hal yang membuat Generasi Z rentan terhadap Suicidal Thought antara lain:
Ingat, Rangers, kamu nggak sendirian. Ada banyak orang di sekitar kita yang peduli dan siap membantu. Setiap kehidupan itu berharga, dan kamu layak mendapatkan kebahagiaan. Jadi, gimana kita bisa mencegah Suicidal Thought ini muncul?
Ingatl ya Rangers, Suicidal Thought bukan tanda kelemahan, melainkan sebuah jeritan minta tolong. Jangan takut untuk mencari bantuan, karena setiap kehidupan itu berharga, termasuk kehidupanmu, Rangers. Kamu layak untuk bahagia, dan badai ini juga akan berlalu. Tetap semangat!