Toxic Comparison : Alasan kenapa kita selalu merasa kurang? - Youth Rangers Indonesia

Toxic Comparison : Alasan kenapa kita selalu merasa kurang?

30 May 2025

Oleh:

Riffat Akmal Ramadhan

Toxic Comparison : Alasan kenapa kita selalu merasa kurang?

Sumber Gambar:

Pexels

Hai, Rangers!

 

Pernah nggak sih kamu ngerasa iri atau insecure gara-gara ngeliat postingan orang lain di medsos? Misalnya, mereka kayaknya punya hidup sempurna, punya pencapaian keren, penampilan oke, pacar idaman. Tanpa sadar, kita mulai bandingin hidup kita sama mereka.

 

Sebenernya, membandingkan diri itu hal yang wajar kok. Kadang bisa bikin kita termotivasi, jadi semangat buat berkembang, atau dapet inspirasi dari orang lain. Tapi, kalau udah kelewat batas, bisa-bisa jadi racun buat mental kita. Nah, itulah yang disebut “Toxic Comparison” alias kebiasaan ngebandingin diri yang bikin kita jadi minder, overthinking, bahkan ngerasa nggak pernah cukup.

 

Dalam hal ini Media sosial memegang peranan penting pada fenomena toxic comparison di kalangan gen Z. Kita sering melihat sisi kehidupan “sempurna” yang diunggah orang lain, lalu membandingkannya dengan kehidupan kita. Padahal kita belum tahu sisi kehidupan yang gak mereka unggah. Akibatnya, kita tidak pernah merasa cukup malah datang penyakit hati👻

 

Terus, gimana caranya biar kita tetap termotivasi tanpa ngerasa rendah diri? Nih Minyours kasih tipsnya. 

 

1. Hidup Bukanlah Perlombaan 🏁

Pertama, pahami bahwa hidup bukanlah perlombaan. Apabila hidup adalah perlombaan, tentu ini merupakan perlombaan yang dipenuhi oleh kecurangan dan ketidakadilan. Bukankah garis start tiap orang berbeda-beda, Rangers? Ada yang lahir dengan penuh privilege, ada juga yang memulai dari nol.

 

Karena hidup bukan perlombaan, maka tugas kamu hanya focus on your own way. Masing-masing dari kita punya lintasan yang berbeda. Jadi, sia-sia ketika kita berniat mengejar orang lain.

 

2. Take A Pause ⏸️
Ketika rasa insecure mulai muncul, coba berhenti sejenak. Tanyain ke diri sendiri: “Apa sih yang bikin gue ngerasa begini?” Mungkin karena sering liat konten yang bikin ngerasa kurang. Coba unfollow akun-akun yang bikin kamu ngerasa nggak cukup dan jauhi sumber-sumber yang bikin kamu ngebandingin diri terus-menerus. Pelan-pelan jauhi sumber tersebut.

 

3. Know Your Worth 💎

Kadang kita terlalu sibuk liat kelebihan orang lain sampai lupa sama kelebihan diri sendiri. Coba mulai kenali dan syukuri apa yang kamu punya. Kamu pasti punya hal-hal keren yang mungkin nggak dimiliki orang lain. Jadi, mulai dari sekarang, hargai diri sendiri dan jangan cuma ngukur nilai diri dari pencapaian orang lain.

 

Pemicu dari toxic comparison adalah terlalu fokus dengan orang lain. Padahal, bisa jadi nilai yang kita miliki justru lebih baik ketimbang orang yang kita soroti. Sayangnya seringkali kita abai terhadap nilai diri kita dan tanpa sadar menjatuhkannya. 

 

Ingat,Comparison is the thief of joy!” Perbandingan yang berlebihan bisa mencuri kebahagiaan di depan mata.

 

✨Know your worth, Rangers! Kamu lebih berharga dari apa yang kamu kira💖

Artikel Lainnya
Content

Youth Ranger Indonesia Bersama Dompet Dhuafa: Gerakan Kolektif Pemuda untuk Pemulihan Korban Banjir Sumatera

04 Feb 2026

Content

Anak Tukang Becak yang Sukses Meraih Beasiswa LPDP

15 Jul 2024

Content

Market Muda - Investor Daily: Partisipasi Youth Ranger Indonesia dalam Mendorong Literasi Media dan Diskusi Ekonomi antara Generasi Muda

04 Feb 2026