Youth Ranger Indonesia Sukses Gelar Mentoring Go Public 2025 Part 2: Meningkatkan Produktivitas, Tanpa Burnout! - Youth Rangers Indonesia

Youth Ranger Indonesia Sukses Gelar Mentoring Go Public 2025 Part 2: Meningkatkan Produktivitas, Tanpa Burnout!

21 May 2025

Oleh:

Herlin Aprilya Fauzianty

Youth Ranger Indonesia Sukses Gelar Mentoring Go Public 2025 Part 2: Meningkatkan Produktivitas, Tanpa Burnout!

Sumber Gambar:

Panitia Mentoring Go Public 2025

Jakarta, 21 Mei 2025 – Youth Ranger Indonesia sukses menyelenggarakan sesi mentoring kedua bertajuk “Mentoring Go Public 2025: Maximizing Potential in The Era of Change: Building Resilience and Adaptability for Youth” dengan tema kali ini yaitu Strategic Laziness: Kunci Produktivitas Tanpa Burnout!" yang dihadiri oleh 76 peserta. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi generasi muda untuk mengenal cara mengelola produktivitas tanpa terjebak dalam kelelahan berlebih (burnout).

 

CEO External Youth Ranger Indonesia, Dimas Dwi Pangestu, turut membuka sesi dengan menekankan bahwa perubahan sejati berawal dari kesadaran. “Mentoring kali ini sebagai wadah pengembangan diri, jadi manfaatkan betul kesempatan kali ini,” katanya.

 

Sesi mentoring kali ini menghadirkan Syibbli Zainbrin, Psikolog di Platform Satu Persen, yang membawakan materi tentang Personal Growth and Productivity, dengan fokus utama pada konsep "Strategic Laziness". Dalam materi tersebut, Syibbli menjelaskan perbedaan antara laziness dan procrastination. Menurutnya, laziness adalah kondisi di mana seseorang memilih untuk tidak melakukan hal yang tidak penting, sementara procrastination adalah penundaan karena rasa malas yang disebabkan oleh ketidakmampuan atau rasa takut akan hasil yang tidak memadai.

 

Syibbli juga memaparkan tentang konsep Strategic Laziness, yaitu memilih untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting dan menentukan prioritas, dengan bijak memutuskan apa yang tidak perlu dilakukan terlebih dahulu. “Strategic Laziness adalah tentang membuat pilihan yang cerdas dan efektif, serta tidak merasa tertekan untuk melakukan semuanya sekaligus,” jelas Syibbli.

 

Sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas tanpa kelelahan, Syibbli memperkenalkan metode "Amati, Tiru, Modifikasi". Metode ini menyarankan agar kita mencari referensi dan belajar dari orang lain ketika rasa malas muncul karena kesulitan dalam menyelesaikan tugas. "Being productive is about doing something valuable, something with impact and results," tambahnya.

 

Untuk mempermudah pengelolaan tugas, Syibbli menyarankan penggunaan The Eisenhower Matrix, sebuah framework untuk memprioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan pentingnya. Setelah terbiasa, peserta dianjurkan untuk membuat daftar tugas harian menggunakan sticky notes, catatan digital, atau Google Calendar sebagai alat bantu pengingat. Dengan cara ini, peserta dapat lebih mudah menentukan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang bisa ditunda.

 

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan tentang manajemen waktu, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih sadar akan pentingnya memilih dengan bijak kegiatan yang membawa dampak positif dalam kehidupan mereka.

Artikel Lainnya
Content

Youth Ranger Indonesia Hadirkan Youth Potential Festival 2025: Jelajah Museum Bahari & Talkshow Inspiratif

26 Sep 2025

Content

Perang berkecamuk, ekonomi goyang. Tapi peluang ini bisa bikin kamu bercuan

02 Jul 2025

Content

Burnout karena Gila Kerja? Kok Bisa Ya?

15 Jul 2024